Wajarkah Mahasiswa Berpolitik?

Posted on Updated on

Biarpun telah berlalu rancangan soal jawab yg ditayangkan oleh TV3 , bersiaran pada 5 September 2010 membawa seribu persoalan, natijah dan masa depan warga mahasiswa/siswi.Sifat keterbukaan oleh Timbalan Menteri pengajian Tinggi iaitu Dato Saifuddin Abdullah yang membuka ruang dan peluang seakan mampu menjadikan impian warga siswa siswi utnuk melibatkan diri kedalam kancah politik kian bersinar setelah sekian lama terikat oleh AUKU yang menghalang warga mahasiwa/siswi utk melibatkan diri dalam arena politik tanah air samada dalam mahu pun luar negara. Namun sifat yang ditunjukkan oleh bekas Naib Canselor UITM, menunjukkan bahawa sifat takut, tidak yakin, tiada ruang, mahasiwa/siswi tidak matang dan sebagainya menunjukkan kemungkinan suatu hari “established goverment” yang ada pada hari ini akan goyah mungkin pada sepuluh tahun yang akan datang oleh sebab suara-suara, kelantanagn serta peralihan kuasa politik oleh golongan muda yang asal politiknya adalah lahir dari dalam kampus yang menjadi tempat untuk siswa/siswi menuntut ilmu.

Kewajaran untuk siswa/siswi berpolitik harus dipandang dari segi ilmiah serta dinilai dari pro dan kontra kerana mahasiswa/siswi bukanlah budak2 mereka mampu menilai dan memilih kerajaan yang terbaik demi membela nasib rakyat marhain yang saban hari menagih suatu kehidupan yang terbaik dalam kehidupan mereka.

MrCB a.k.a Abu Husna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s